Perkembangan Teknologi Animasi CGI Dari Tahun 2000-an Hingga Saat Ini

Nama  : Aan Andrian

NPM   : 10821001

Kelas   : 3MA26

Mata Kuliah : Produksi Animasi

Perkembangan animasi CGI yang bermula berasal dari teknologi yang terbatas dan dapat diamati bahwa penggunaan CGI semakin berkembang seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Hal ini menyebabkan kualitas film yang melibatkan animasi CGI semakin tinggi serta memiliki visual yang semakin kompleks dan realistis. Hal ini dapat disebabkan oleh pengaruh industri film dunia yang merujuk ke persaingan dalam inovasi dari berbagai segi kualitas di dalam film dan media tayang. Dengan latar belakang yang sudah disebutkan serta mengamati awal penggunaan, penciptaan, dan perkembangannya; pengetahuan di balik terciptanya media tayang dan film-film ikonik yang melibatkan unsur animasi dan CGI sangat penting. Terutama dalam memahami pengertian teknologi dan media, serta animasi dan CGI. Hal ini juga bertujuan untuk melakukan pendekatan terhadap sejarah di balik perkembangan Animasi CGI dengan penerapan dan pengaruhnya terhadap industri hiburan juga. Oleh sebab itu, artikel ilmiah ini akan mengkaji sejarah dan pengaruh perkembangan serta penerapan animasi CGI dalam media tayang.
Salah satu film yang merupakan adaptasi dari game adalah film Final Fantasy: The Spirits Within. Film ini dirilis pada 2001 dan disutradarai oleh kreator seri Final Fantasy, yaitu Hironobu Sakaguchi. Film ini menjadi film pertama dengan aktor manusia dengan fotorealistik dengan CGI. Film ini dibuat dengan jumlah 141.964 gambar dan setiap gambarnya membutuhkan waktu sembilan puluh menit untuk di-generate.

 Final Fantasy: The Spirits Within (2001)




















Setahun kemudian, film The Lord of the Rings: The Two Towers yang merupakan adaptasi dari novel J. R. R. Tolkien dirilis. Film ini disutradarai oleh Peter Jackson dan dibuat dengan teknologi motion capture dan CG artificial intelligence. Peran CGI mengharuskan studio membuat perangkat lunak baru dari awal. Selain itu, teknik animasi secara tradisional, termasuk rotoscoping dan keyframing, digunakan untuk mengubah aktor menjadi Gollum.

The Lord of the Rings: The Two Towers (2002) 



















Pada 2004, film The Polar Express dirilis dan disutradarai oleh Robert Zemeckis yang merupakan film animasi dengan menggunakan teknik motion-capture pertama. Aktor menggunakan setelan stop-motion yang akan melacak gerakannya, lalu dikirim ke komputer untuk diubah menjadi animasi berbasis kinerja yang inovatif.

The Polar Express (2004)

















Pada 2009, dirilis film dengan facial capture, yaitu film fenomenal yang berjudul “Avatar” dan disutradarai oleh James Cameron. Sama seperti film Titanic, film ini merupakan terobosan di bidang teknologi dan box-office. Film ini menggunakan penangkapan gerak menjadi penangkapan gerak elektronik 3D.

Avatar (2009)

















Penerapan teknologi animasi CGI di dalam film Avengers: End Game (2019)


















Film Avengers Endgame merupakan film aksi dan fiksi ilmiah yang dirilis pada 2019. Film ini bercerita tentang tim superhero yang berusaha menyelamatkan dunia. Perang antara tim superhero dan tim penjahat terjadi di seluruh planet dan galaksi. Dalam film ini, hiperrealitas hadir dalam karakter dan aksinya. Karakter dan aksinya didukung oleh teknologi CGI untuk menciptakan hiperrealitas/suatu efek yang terlihat sangat nyata. Karakter dan tindakan di dalam film tidak nyata dan tidak mungkin dilakukan dalam kehidupan nyata. Hiperrealitas yang didukung teknologi CGI memungkinkan karakter dan aksinya muncul. Karakter dan aksinya juga terlihat begitu nyata walaupun tidak nyata namun dianggap nyata di film Avenger Endgame. Ironman adalah salah satu superhero di dalam film ini. Ironman adalah superhero dengan kostum super yang terbuat dari besi dan dilengkapi dengan banyak fitur yang menakjubkan. Dengan kostumnya, Tony Stark sebagai Ironman bisa terbang, menembak, bahkan menghentikan meteor yang akan menabrak planetnya. Di dalam realitanya, Ironman tidak sesungguhnya bisa terbang dan menembak, tetapi di dalam film, hiperrealitas didukung oleh teknologi CGI yang memberikan ilusi yang tampak seperti suatu kenyataan. Teknologi CGI menciptakan ilusi yang membuat ironman menjadi luar biasa. Dia bisa bepergian dan terbang ke mana saja, melawan monster dari planet lain dengan senjata di kostum besinya, mengalahkan bos penjahat, dan menyelamatkan dunia dengan bantuan teknologi CGI (Budianto, dkk., 2022).

Komentar

Postingan Populer